Vaksinasi Covid--19
A. Informasi tentang vaksin bersifat informatif dan edukatif
Vaksin bukanlah obat. Vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit Covid-19 agar terhindar dari tertular ataupun kemungkinan sakit berat. Selama vaksin yang aman dan efektif belum ditemukan, upaya perlindungan yang bias kita lakukan adalah disiplin 5M, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, menurunkan mortalitas, mencuci tangan pakai sabun menggunakan air mengalir yang bersih.
Pada tahap awal vaksinasi Covid-19 diperuntukkan bagi tenaga kesehatan dan petugas pelayanan public yang memiliki risiko paling tinggi tertular Covid-19. Kemudian secara bertahap diizinkan untuk diperluas dan boleh diberikan kepada masyarakat. Vaksinasi merupakan bagian yang sangat penting dalam upaya penanganan pandemic Covid-19 dengan juga menerapkan protocol kesehatan. Vaksinasi ini bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga jika suatu saat seseorng terpapar oleh penyakit tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit yang ringan dan tidak menjadi sumber penularan kepada orang lain.
Cara kerja vaksin adalah untuk merangsang pembentukan kekebalan terhadap penyakit tertentu pada tubuh seseorang. Sehingga dapat melindungi dari penyakit yang melemahkan, bahkan mengancam jiwa. Dan juga tubuh akan mengingat virus ataupun bakteri yang membawa penyakit pada tubuh, untuk mengenali dan tahu cara melawan virus dan bakteri tersebut. Vaksin dalam Covid-19 bertujuan untuk mengurangi transmisi/penularan Covid-19. Juga dapat menurunkan angka kesakitan serta kematian yang disebabkan oleh Covid-19. Mencapai kekebalan tubuh masyarakat yang mau untuk melakukan vaksinasi. Dan juga untuk melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara social dan ekonomi.
Bererapa jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia adalah:
· Sinovac
Vaksin sinovac adalah vaksin Covid-19 pertama di Indonesia yang mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM pada 11 Januari 2021. Efikasi sebesar 65,3% diberikan 2 dosis. Dosisnya 0,5 ML, dengan interval minimal pemberian 28 hari. Efek samping antara lain: nyeri, iritasi, pembengkakan, nyeri otot, dan demam. Efek samping derajat berat seperti sakit kepala, gangguan di kulit atau diare yang dilaporkan hanya sekitar 0,1 sampai dengan 1%.
· Biofarma
Bentuk sediaan vial 5 ML. Setiap vial berisi 10 dosis vaksin yang berasal dari virus yang di-inaktivasi. Untuk menjaga mutu dan kualitasnya, harus disimpan dengan suhu stabil antara 2-8 derajat celsius.
· AstraZeneca
·Memiliki efikasi sebesar 62,1 persen. diberikan secara IM dengan 2 kali penyuntikan. dosis yang diberikan sebesar 0,5 % dengan interval minimal 12 minggu. Efek samping : nyeri, kemerahan, gatal, pembengkakan, kelelahan, sakit kepala, meriang, dan mual.
· Sinopharm
·Pemberian vaksin sinopharm 2 dosis dengan selang pemberian 21 hari. Efek samping : nyeri atau kemerahan di tempat suntikan, sistemik berupa sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, diare, dan batuk.
· Moderna
·Efikasi vaksin Moderna sebesar 94,1 persen pada kelompok usia 18-65 tahun. menurun menjadi 86,4 persen untuk usia di atas 65 tahun. vaksin Moderna aman untuk kelompok komorbid atau penyakit penyerta. Efek samping : nyeri (di tempat suntikan), kelelahan, nyeri otot, nyeri sendi, dan pusing.
· Pfizer
Efikasi sebesar 100 persen pada usia remaja 12-15 tahun, kemudian menurun menjadi 95,5 persen pada usia 16 tahun ke atas. keamanan dapat ditoleransi pada semua kelompok usia. diberikan secara IM dengan 2 kali penyuntikan. dosis 0,3 ml dengan interval minimal pemberian 21-28 hari. Efek samping yang umum dilaporkan: nyeri badan di tempat bekas suntikan, kelelahan, nyeri kepala, nyeri otot, nyeri sendi, dan demam.
· Sputnik V
·Digunakan untuk kelompok usia 18 tahun ke atas. IM dengan dosis 0,5 mL untuk 2 kali penyuntikan dalam rentang waktu 3 minggu. efikasi sebesar 91,6 %. Efek samping ringan atau sedang seperti flu atau reaksi lokal pada lokasi injeksi.
· Janssen
·Digunakan untuk usia 18 tahun ke atas dengan pemberian 1 kali suntikan atau dosis tunggal sebanyak 0,5 mL secara IM. Efikasi vaksin Janssen untuk mencegah semua gejala Covid-19 adalah sebesar 67,2 persen.
· Convidecia
·Digunakan untuk usia 18 tahun ke atas dengan 1 kali suntikan atau dosis tunggal sebanyak 0,5 mL secara IM. Efikasi sebesar 65,3 persen. Untuk perlindungan terhadap kasus Covid-19 berat, efikasi mencapai 90,1 persen. KIPI juga menunjukkan reaksi ringan hingga sedang.
B. Persusaif pesan
Dengan adanya informasi terkait vaksin diatas. hal ini akan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang vaksin dan pentingnya vaksin. Dengan begitu jangan sampai kamu menyia-menyiakan aset terpenting dalam hidup kamu, yaitu kesehatan. Karena dalam kasus Covid-19 saat ini, masih belum ditemukan obat yang cocok untuk menghilangkan dan menyembuhkan penyakit ini. Salah satu cara yang paling tepat adalah melakukan upaya pencegahan agar tidak sampai terpapar virus ini. Upaya pencegahan yang efektif dalam menangani kasus Covid-19 adalah dengan ikut melakukan vakasinasi dan dibantu oleh kepatuhan terhadap protokol kesehatan Covid-19.
Komentar
Posting Komentar